Connect with us

Kec. Kota Masohi

Tuasikal Abua Kerja Keras Cegah COVID-19 Di Maluku Tengah

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, SH. | Foto:Humas Malteng

Laporan:Ekspresi Maluku

MASOHI,EKSPRESIMALUKU.com – Memiliki banyak pintu masuk langsung dari daerah luar dan memiliki beberapa wilayah kecamatan berbasis kepulauan, Kabupaten Maluku Tengah, melalui pemerintah setempat masih bekerja keras menekan kasus positif COVID-19 di Maluku Tengah.

Sejak april 2020, kasus positif COVID-19 pertama di Kabupaten Maluku Tengah, hingga saat ini mengalami naik turun dan hanya sekali menyentuh angka 111 pasien positif COVID-19 pada bulan Juni.  namun tak lama berselang angka positif COVID-19 tersebut turun drastis seiring dengan meningkatnya pasien sembuh.

Setelahnya, kasus masih bermain pada angka puluhan. Namun data Satgas Provinsi Maluku per 30 November pasien  positif COVID-19 di Kabupaten berjuluk Pamahanunusa itu sebanyak 131 pasien. Puluhan diantaranya masih dirawat di RSUD tersebar dan sebagian dalam perawatan karantina.

Di awal pertama kali Maluku Tengah terdapat pasien positif COVID-19 bulan april lalu, masih bisa dikendalikan. Meski saat itu aktifitas pasien positif COVID-19 terlambat dideteksi karena keterbatasan fasilitas uji COVID-19.  Sehingga dari 1 pasien positif berhasil menular ke bebrapa orang yang adalah keluarga di kecamatan Saparua.

Beruntung, pada saat sebelum dikabarkan ada pasien COVID-19, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, memerintahkan gugus tugas penanganan dan pencegahan COVID-19 atau sekarang disebut Satgas COVID-19 untuk bekerja ekstra memutus mata rantai COVID-19 baik Gugus Tugas dari Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa/Negeri.

Bahkan Bupati perintahkan Gugus  Tugas untuk membuat kebijakan karantina mandiri terpusat di Kota  dan Negeri bagi pelaku perjalanan dan tidak berlakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, meski di daerah lain menerapkan karantina tersebut. Penjagaan pintu masuk keluar juga diperketat berdasarkan instruksi Bupati Tuasikal Abua.

Untuk memastikan penularan COVID-19 tidak masif  yang terjadi pertama kali di Maluku Tengah yakni Kecamatan Saparua, saat itu penjejakan kontak pasien dengan orang lain aktif dilakukan Gugus Tugas setempat.

Sebelumnya, sosialisasi pencegahan COVID-19 dengan mengutamakan protokol kesehatan, juga masif disuarakan Bupati dan jajarannya dan juga melibatkan Forkopimda serta stakeholder terkait dan lewat media massa. Peraturan Bupati Maluku Tengah nomor 30 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Maluku Tengah diterbitkan Abua. Sebagai langkah yuridis untuk memastikan warga patuh terhadap protokol COVID-19.

Alhasil saat itu, positif COVID-19 hanya bertahan di Kecamatan saparua dengan 19 kasus positif hingga bulan juni. Bersamaan dengan itu, tenaga medis dan gugus tugas atas perintah Bupati bekerja keras di Saparua sehingga menelusuran kontak pasien maksimal dilakukan dan mengakibatkan stagnan positif COVID-19 di Saparua saat itu. Saparua merupakan satu dari 18 Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah.

Penanganan pasien COVID-19 berjalan maksimal dan saat itu juga terjadi peningkatan pasien sembuh dari COVID-19 di Maluku Tengah.

Namun demikin, Maluku Tengah yang memiliki sebahagian wilayah yang sepulau dengan Kota Ambon yang saat itu sudah masuk zona merah COVID-19, terjadi peningkatan positif COVID-19 secara signifikan dibanding dengan positif COVID-19 di Saparua.

Namun peningkatan angka positif COVID-19 itu terjadi karena kelalaian petugas RSUD Umarella yang merupakan RSUD milik Provinsi Maluku berkedudukan di Tulehu Maluku Tengah. Dimana saat itu, salah seorang pasien telah positif COVID-19 tak terdeteksi sehingga penanganan pasien tersebut tidak dengan standar penanganan COVID-19.

Alhasil, sebagian besar petugas medis di RSUD Umarella yang separuh petugas medis berKTP Maluku Tengah ikut terpapar COVID-19. Bahkan Dari satu klaster itu menyumbang kasus positif terbanyak dari data positif Maluku Tengah saat itu.

Saat ini Kabupaten Maluku Tengah dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Maluku, mempunyai kasus positif COVID-19 terbanyak ketiga dari Kota Ambon dan Kepulauan Tanimbar.

Sementara pasien yang meninggal di Maluku Tengah dengan status positif COVID-19 sebanyak lima orang. (*)

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Kec. Kota Masohi