Connect with us

Ragam

Tuai Konflik, Perusahan Sawit di Serut Dipertanyakan

Laporan:Ekspresi Maluku

JAKARTA,EKSPRESIMALUKU.com – Berdirinya PT. Nusa Ina Group pada tahun 2008 di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, diharapkan bakal memberi kesejahteraan dan angin segar bagi masyarakat. Namun hal itu bertolak belakang.

Dibawah pimpinan Sihar Sitorus, PT. Nusa Ina Group bergerak di bidang pertanian kelapa sawit dengan menggarap hasil keuntungan di Seram Utara dalam waktu yang cukup lama.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian dan Studi Indonesia (Pusaka Indonesia), Afandi Tomagola dalam rilisannya yang diterima redaksi Ekspresi Maluku, Selasa malam, 17/12/2019, menegaskan pihaknya akan menyikapi keberadaan perusahaan ini dengan menggelar demonstrasi di Jakarta.

Tomagola membeberkan, selain mendapatkan ijin Pemkab Maluku Tengah, lapangan pekerjaan juga terbuka  bagi masyarakat Seram Utara. Dibalik itu, tentu akan menambah besaran PAD untuk kabupaten yang bertajuk Pamahanunusa itu.

” Miris, berdirinya PT. Nusa Ina Group hingga kini menabur sejumlah permaslahan yang muncul. Seperti kepemilikan ijin AMDAL, penyerobotan lahan masyarakat adat serta bagi hasil dengan mitra kerja yang ditunda “, Terangnya.

Hal ini tentu tidak memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat Seram Utara. Malah sebaliknya, PT. Nusa Ina Group membawa konflik baru dalam tatanan kehidupan masyarakat.

” Aksi protes selama ini yang dilayangkan oleh mahasiswa dan masyarakat adat serta pemilik lahan kepada perusahan, hingga kini tak kunjung diselesaikan. PT. Nusa Ina Group seakan tutup mata dengan permasalahan ini “, Kesalnya.

Bahkan, lanjut Tomagola, sejumlah indikasi keterlibatan oknum aparat keamanan yang bermain untuk melindungi pihak perusahaan dengan ancaman teror bagi pemilik lahan apabila ada masyarakat yang melakukan protes terkait masalah yang ditimbulkan oleh PT. Nusa Ina Group.

” Saya serukan kepada seluruh aktivis, pemuda dan mahasiswa Seram Utara Raya untuk bersama satukan langkah bergabung dalam aksi demonstrasi di depan gedung DPR-RI dan gedung DPP PDI-Perjuangan yang akan digelar dalam waktu dekat ini “, Ujar Tomagola.

Masyarakat Seram Utara Raya, Kata Dia, sudah waktunya bangkit dan melawan ketidakadilan. Jangan mau terlena dengan iming-iming yang pada nantinya menyengsarakan masyarakat.

” Kami akan mendesak pemerintah hingga izin operasi  PT. Nusa Ina Group ini dicabut. Karena tidak berdampak positif bagi rakyat malah merusak dan merugikan “, Tegas Tomagola. (**)

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ragam