Tiga Tahun Belum Terima Dana Desa

Raja Tamilow : ” Haus di Pinggir Kali, Dingin di Pinggir Api “

MASOHI,EKSPRESIMALUKU.com – Tiga tahun  Negeri Tamilouw belum terima Dana Desa (DD) yang dikeluarkan Pemerintah Pusat melaui APBN yang di transfer melaui APBD Kabupaten/ Kota. Tiga tahun pula Negeri Tamilow ” Haus di Pinggir Kali, Dingin di Pinggir Api “.

Raja Negeri (Kepala Desa) Tamilouw, Sukardi Tomagola resah dengan tindakan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah yang terkesan cuek dengan tidak mencairkan Dana Desa (DD) milik Negeri Tamilouw.

” Ini sudah 3 tahun belum dicairkan. Padahal dana desa sangat penting untuk pembagunan di Desa Tamilouw ini. Saya sangat menyayangkan hal ini “, Jelas Tomagola kepada EKSPRESIMALUKU di Masohi.

Dijelaskan, permohonan dalam bentuk proposal telah berulang kali diberikan ke Dinas Pemberdayaan Kabupaten dalam hal ini Kepala Dinas. Namun setelah disetujui, Dana Desa milik Negeri Tamilow belum juga dicairkan.

” Saya dan staf Negeri Tamilow sudah melakukan perubahan pengajuan ke Dinas Pemberdayaan berulang kali. Namun, hingga saat ini dimana sudah memasuki 3 tahun, belum dicairkan dengan alasan sekretaris Negeri belum menandatangani berkas pencairan DD tersebut. Ada apa sebenarnya??? “,  Tandas Tomagola.

Kisruh Dana Desa yang mencuat di masyarakat Negeri Tamilow menuai pro kontrak antar masyarakat Tamilow sendiri. Padahal Dana Desa yang bersumber dari APBN diperuntukan bagi Desa dan Desa Adat untuk kemaslahatan masyarakat, Bukan untuk permainkan masyarakat.

Raja Negeri Tamilouw, Sukardi Tomagola berharap, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyikapi hal ini. Sehingga hak Dana Desa Negeri Tamilow tidak menjadikan masyarakat sebagai korban dari tidakan keegoisan individu.

” Cairkan saja dulu untuk pemberdayaan dan pembangunan Negeri (Desa). Kalaupun ada indikasi korupsi, silahkan laporkan saya, asal yang penting Dana Desa itu diberikan dulu untuk Negeri ini. Kasihan masyarakat Saya “, Ungkapnya.

Dana Desa sendiri ditransfer Pemerintah langsung ke Anggaran Pendapatan Belanja  Daerah (APBD) Kabupaten/Kota  dan  digunakan  untuk  membiayai  penyelenggaran pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah mengalokasikan Dana Desa berdasarkan jumlah  desa  dengan  memperhatikan  jumlah  penduduk  (30%),  luas  wilayah (20%), dan angka kemiskinan (50%).

Hasil perhitungan tersebut disesuaikan juga dengan tingkat kesulitan geografis masing-masing Desa. Besaran alokasi anggaran yang diperuntukan langsung ke Desa ditentukan 10% (sepuluh perseratus) dari dan di luar dana Transfer Daerah (on top) secara bertahap.

Untuk diketahui, Dana  Desa  di  dalam  APBN  2015 dianggarkan  sebesar  Rp  9.066,2  Miliar. Namun, sejalan  dengan  visi  Pemerintah Pusat untuk  Membangun  Indonesia  dari pinggiran  dalam  kerangka  NKRI  maka, anggaran  ini  ditambah  alokasinya  di dalam APBN-P 2015 menjadi Rp 20.766,2 Miliar. Kemudian pada tahun anggaran 2016, Dana Desa dialokasikan sebesar Rp.  46.982 miliar.

Related Posts

Sahubawa Apresiasi Pelatihan Aplikasi SISKEUDES Versi 2.06 di Maluku Tengah

MASOHI,EKSPRESIMALUKU.com,- Pj Bupati Maluku Tengah, Rakib Sahubawa mengapresiasi Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Negeri berbasis Aplikasi SISKEUDES Online versi 2.06 di Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang auditorium lantai…

Tanggul Jebol Dusun Seti Diperbaiki

SERUTSETI,EKSPRESIMALUKU.com,- Tanggul sungai Dusun Seti Bakti, Kabupaten Maluku Tengah yang jebol akibat luapan banjir kini telah diperbaiki. kondisi banjir kini sudah surut dan warga telah kembali ke rumah masing-masing. Hal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya

Pertemuan Sejenak

Pertemuan Sejenak

GPU cloud (Graphics Processing Unit) adalah

GPU cloud (Graphics Processing Unit) adalah

Yusnita Apresiasi Kehadiran RS Apung dr. Lie Dharmawan di Kabupaten SBB

Yusnita Apresiasi Kehadiran RS Apung  dr. Lie Dharmawan di Kabupaten SBB

Peran Stakeholder Dalam Pengobatan Gratis RS Apung Dr Lie Dharmawan

  • By Memet
  • Mei 29, 2024
  • 39 views
Peran Stakeholder Dalam Pengobatan Gratis RS Apung Dr Lie Dharmawan

Pj Bupati SBB Berharap Kedisiplinan ASN Harus di Tingkatkan

  • By Memet
  • Mei 29, 2024
  • 7 views
Pj Bupati SBB Berharap Kedisiplinan ASN Harus di Tingkatkan

912 Warga Manipa Teratasi Pengobatan Gratis Dr Le Dharmawan

  • By Memet
  • Mei 29, 2024
  • 25 views
912 Warga Manipa Teratasi Pengobatan Gratis Dr Le Dharmawan

Jelang Keberangkatan: 106 JCH SBB Ikuti Karantina

  • By Memet
  • Mei 29, 2024
  • 13 views
Jelang Keberangkatan: 106 JCH SBB Ikuti Karantina

Menko Polhukam Minta Polri Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Pilkada

Menko Polhukam Minta Polri Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Pilkada

Dua Hari Pasca di Lantik: Pj Bupati SBB Jenguk Penderita Tumor Ovarium

  • By Memet
  • Mei 29, 2024
  • 131 views
Dua Hari Pasca di Lantik: Pj Bupati SBB Jenguk Penderita Tumor Ovarium

Aturan Seragam Dinas Bagi PNS dan PPPK, Bagaimana Dengan Seragam Perangkat Desa?

Aturan Seragam Dinas Bagi PNS dan PPPK, Bagaimana Dengan Seragam Perangkat Desa?

Sahubawa Apresiasi Pelatihan Aplikasi SISKEUDES Versi 2.06 di Maluku Tengah

Sahubawa Apresiasi Pelatihan Aplikasi SISKEUDES Versi 2.06 di Maluku Tengah

Calon Haji Tertua di SBT 94 Tahun, Termuda 30 Tahun

Calon Haji Tertua di SBT 94 Tahun, Termuda 30 Tahun

Mukti Keliobas Resmi Melepas Keberangkatan 94 JCH Asal SBT

Mukti Keliobas Resmi Melepas Keberangkatan 94 JCH Asal SBT