Connect with us

Fiksi

TIGA MENIT MENUJU PERPISAHAN

Pagi itu mentari tersenyum malu

Embun Pagi bersandar pada daun layu

Secangkir kopi hangat usai kuseduh

 

Separuh sahabat dan kerabat datang terlambat

Kepergian terburu-buru

Pamitan penuh haru

 

Handuk kecil penuh airmata

Kelopak mata bengkak

Lambaian tangan penuh makna

Merelakan kepergian

 

Di Pelabuhan

Ia menghampiri penuh tangis

Kubaca dirinya mungkin tak rela

 

Tiga menit

Kuakhiri temu dengan pelukan.

 

30 Maret 2019

 

Catatan:

  1. Tentang penyair: Fikri Manuputty. Anggota Sastra PAHANASA Ambon.
  2. Ilustrasi dari: beritatrans.com

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Fiksi

  • Kakoya

    Somba oo….Somba Upu oo….Somba oo….Somba Upu Latu oo…. Teruntuk semua kepalaSaat tifa-tifa tanda perang...

  • Lautan Dalam Kepala

    LAUTAN DALAM KEPALA Judul Buku             : Laut Dalam Penulis                      : Jiku Sore Penerbit                   :...

  • Ibu…Ibu…Ibu..!

    Belum lama ini, tetangga kecil saya membuat semua orang di sekitarnya menangis. Namanya, Rahmah....

  • Lewerani

    Di kakimu Kulihat anak-anak kecil riang berlarian mencari sepercik cahaya Entah akan datang dari...