Connect with us

Pendidikan

Siswa SLB Ambon, Tampil Memukau

Laporan: Ekspresi

AMBON, EKSPRESIMALUKU.com – Aku tidak malu…Walaupun kau malu kepada ku….Tetapi aku lebih malu
Jika Tuhan tau, aku tidak menerima hidup ku…

Penggalan lirik lagu itu dilantunkan  tiga siswa berkebutuhan khusus Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Ambon pada panggung seni Pesta Pendidikan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka beberapa waktu lalu.

Membuat terperangah penonton yang hadir.  Sesekali terlihat beberapa penonton wanita mengusap mata mereka yang berkaca-kaca. Tak dapat menahan haru, menyaksikan aksi panggung panggung Asri, Hanni, dan Firli yang kompak diatas pentas.

Lengkapnya adalah Asri Maitimu ( 12 ) , terlahir sebagai penderita tuna netra. Meski tak bisa melihat, ia berprestasi. Pernah menjuarai lomba menyanyi tingkat Nasional pada tahun 2012, Juara 3 di tahun 2011. Bahkan tak hanya dibidang seni, ia tercatat masuk 10 besar lomba catur tingkat nasional, dan lomba pidato Bahasa Inggris.

Hanni Ririwenno ( 17 ), mengalami tuna wicara sejak duduk di kelas 4 SD, lantaran benjolan dilehernya, Ketua Osis di SLB Kota Ambon itu mengaku pernah kecewa, malu keadaan fisiknya tak seperti anak normal disekitar rumahnya. Namun perasaan itu ia tutupi dengan prestasi yang diraih. ” Tadinya malu, kecewa tapi berteman untuk apa malu kalau berprestasi, ” Katanya terbata menggunakan bahasa isyarat. Sejumlah lomba pernah dia ikuti, yakni lomba sains tingkat nasional, lomba design grafis dan tercatat sebagai 10 besar peserta terbaik.

Firly Umasugi ( 18 ), mengalami tuna grahita sejak kecil. Menurut American Association On Mental Deficiency (ADMD) Tuna grahita merupakan anak yang fungsi intelektualnya lamban dengan IQ dibawah 70 berdasarkan tes intelegensi, kekurangan dalam perilaku adaptif yang terjadi pada masa perkembangan yaitu antara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. Meski lamban merespon ucapan orang lain, ia mahir memainkan alat musik gitar.
” anak anak ini walaupun mengalami kekurangan dalam hal melihat, mendengar, berbicara tapi mereka memiliki bakat yang membanggakan, ” ungkap Guru SLB Kota Ambon, Nontje Rikumahu.
Menurutnya, tampil di pesta pendidikan memiliki kebanggaan tersendiri sebab siapapun berhak berkarya melintasi batas ” di pesta pendidikan tidak melihat anak anak luar biasa dengan sebelah mata “.
Hal senada diungkapkan penggagas Pesta Pendidikan, Najeela Shihab, ketiga anak itu merupakan bukti keterbatasan adalah tantangan yang harus dihadapi, dengan pendidikan mereka dapat melampaui batasan itu.
” Mereka adalah bukti lain keterbatasan, mereka melampaui batasan lewat pendidikan, ” Ujarnya. (EM-RE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Pendidikan