Connect with us

Ragam

Seluruh Anggota DPRD dan Bupati/Wabup PDI-P Asal Maluku Kepung Jakarta

Foto : google.image

Laporan: Ekspresi

JAKARTA, EKSPRESIMALUKU.com –

Dua Minggu jelang pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati mengumpulkan seluruh pengurus DPD PDI P se Indonesia di Jakarta dalam rangka rapat koordinasi. Termasuk anggota DPRD dan Bupati/Wabup Maluku asal PDIP Propinsi, kabupaten/kota se Maluku. Jakarta dikepung.

Dalam sambutannya Megawati menyebutkan keikutsertaan para pengurus PDI P dari luar daerah sebagai pola gotong royong dalam memenangkan Ahok-Djarot.

Tema yang diangkat dalam rapat tersebut adalah “Satu Komando Rapatkan Barisan Menangkan Basuki-Djarot”. Ini jelas menunjukkan begitu pentingnya kemenangan Ahok-Djarot dimata Megawati, karena dia mengerahkan seluruh potensi kader di daerah untuk datang ke Jakarta. Megawati juga langsung memompa semangat para kader untuk tidak kenal lelah memenangkan pasangan nomor urut dua tersebut.

Keseriusan tersebut tertuang dalam Surat No. 2654/IN/DPP/III/2017 tentang instruksi dan penugasan pemenangan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tanggal 16 Maret dan ditandatangani Ketua DPP Bambang DH dan Sekjen Hasto Kristiyanto tersebut, seperti mengibaratkan langkah PDIP dengan mengutus seluruh pasukannya turun ke DKI seperti seseorang yang ingin membunuh nyamuk dengan menggunakan bom.

Salah satu kader PDI P asal Kabupaten Buru Selatan sangat intensif membantu kemenangan Ahok-Djarot di Jakarta.

Menurutnya setiap hari, dirinya harus melaporkan aktivitasnya selama seharian.

“Kita semuanya wajib lapor. Hari ini ketemu siapa. Nomor hanya berapa. Dan tiap saat ditanyakan. Jadi kita tidak bebas. Tiap hari harus ada target. Berapa orang yang dipengaruhi kita,” ungkap kader PDIP ini saat bertemu dengan Ekspresi di salah satu hotel di jl. Raden Saleh wilayah Jakarta Pusat.

Jika merujuk kepada hasil Pilkada serentak 2015, ada sekitar 160 daerah yang dimenangkan oleh PDI P, baik itu kader ataupun pengusung. Jika ditambahkan dengan daerah yang sedangkan menjabat, tentu jumlah tersebut akan semakin banyak.

Begitupun dengan salah satu Bupati di Maluku sempat terlihat di daerah bilangan Sarinah Jakarta Pusat. Sang bupati tengah duduk dengan sejumlah warga asal Maluku sambil makan minum.

Pejabat dan sejumlah anggota DPRD PDIP asal Papua dan Papua Barat juga memenuhi sejumlah hotel di daerah Cikini.

“Jangan sampai mentang-mentang para Bupati/Walikota termasuk wakil rakyat tersebut maju melalui PDI P, maka bisa begitu saja memaksa mereka meninggalkan kewajiban dan tanggungjawab sebagaimana dalam sumpah jabatan. PDI P harus ingat kalau yang menentukan pilihan itu rakyat, tanpa suara rakyat para kader PDI P tidak akan menjadi pejabat. Besar kemungkinan para pemimpin daerah tersebut terpaksa datang ke Jakarta, karena ada kata-kata akan dinilai dan dievaluasi oleh Ketum PDIP. Sekilas kata-kata itu jelas mengandung makna ancaman, jika tidak datang dan bekerja bisa jadi para pemimpin daerah dan wakil rakyat itu tidak akan diberikan kesempatan maju atau diusung lagi,” ujar Novi Manaban, salah satu pengacara muda asal Seram Bagian Timur Maluku.

Dengan adanya kata-kata seperti ancaman tersebut, lanjut Novi, semakin menunjukkan betapa berambisinya PDI P dalam merebut kekuasaan.

“Seharusnya sebagai partai pemenang pemilu dan mengangkat jargon partai wong cilik, PDI P memberikan contoh yang baik kepada rakyat. Bukan malah sebaliknya memaksa para pemimpin daerah melanggar sumpah jabatan dan meninggalkan rakyat yang harusnya mereka pimpin,” tukasnya.

Jangan karena Menteri Dalam Negeri merupakan kader PDI P maka bisa seenaknya memberikan izin meninggalkan daerah yang mereka pimpin. Karena jika benar para Bupati/Walikota datang ke Jakarta selama satu bulan, bisa dipastikan mereka tidak masuk kantor dan bagaimana proses perizinannya,” tambahnya.

Jadi, Megawati mengerahkan seluruh kader PDI P karena haus kekuasaan atau panik? Publik yang menilai.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ragam