Connect with us

Ambon

PT GBU : Kasus Pemukulan Tak Berkaitan Dengan Pengiriman Sample

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com- Kepala Perwakilan PT Gemala Borneo Utama (GBU) di Provinsi Maluku, Gerda Sinay membantah jika kasus pemukulan terhadap salah seorang warga Romang dikaitkan dengan pengiriman sampel emas ke Geo Service di Kupang. Hal ini disampaikan Sinay, kepada wartawan di Ambon, Senin (25/7).

Dia menjelaskan, kasus pemukulan yang terjadi yakni lantaran salah seorang warga bernama Semuel Salmanu yang dalam keadaan mabuk melakukan keributan di Desa Hila tepatnya disamping Mess milik PT GBU. Lebih rinci Sinay merincikan kronologisnya yakni pada tanggal 16 Juli tepatnya pukul 01.00 Wit, Semuel Salmanu yang adalah korban dalam keadaan mabuk dan melakukan keributan di seputaran mess Hila milik PT GBU. Lantaran tak tahan dengan keributan yang dilakukan oleh Salmanu itu, salah seorang Oknum brimob sebut saja Brigpol Jordan akhirnya menegurnya dengan sopan. Namun kesopanan sang Brimob menjadi bahan tantangan yang dilakoni oleh Samuel Salmanu itu.

“Menurut keterangan, Samuel Salmanu pada saat ditegur itu malah menantang Brigpol Jordan dengan mengeluarkan kata, ” We mau apa “, setelah itu dia lari entah kemana, sang Brimob yang dengan bantuan teman-temannya akhirnya kehilangan arah dan memutuskan mendatangi rumah Semuel Salmanu,”Ujar Sinay. Sesampainya di rumah, Brimob yang mencoba membuka pintu rumah namun tidak mendapati Samuel malahan ketemu dengan sang ayah. Polisi memutuskan untuk menitip pesan kepada sang ayah untuk mempertemukan anaknya dengan pihak kepolisian pada esokkan harinya, namun tak kunjung datang, padahal maksud pada kepolisian ini untuk mempertemukan Samuel dalam rangka mediasi penyelesaian masalah. Pada tanggal 19 Juli sekitar pukul 18.00 wit Brigpol Jordan besama dengan Bripda Gidion Johan akhirnya menemui Samuel di kediamannya.

Tanpa berbasa basi, Bripda Gidion Johan langsung melontarkan pertanyaan dan memukul serta menyuruhnya datang ke polsek bersama dengan orang tuanya. Akhirnya tanpa panjang lebar sang orang tua bersama Samuel datang menghadap. “Dan saat itu, Samuel menyatakan tidak ingin melanjutkan masalah pemukulan yang terjadi lagi, dan saat itu kita anggap semuanya selesai, “Paparnya. Kendati telah selesai, sang ayah meminta denda uang tunai sebesar 5 juta lantaran sang brimob masuk secara paksa di rumahnya, namun pihak kepolisian tidak mau memberikan uang tersebut. Upaya mediasi tersebut dilanjutkan dengan pertemuan yang dilakukan oleh Plh Kepala Desa Hila, Etus Poke yang meminta agar penyelesaian tersebut dilakukan secara damai. Untuk itu, pihaknya menegaskan tidak ada kaitannya pengiriman sampel dengan kasus pemukulan yang dilakukan oknum brimob kepada Samuel Salmanu. (EM-AND)

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ambon