Connect with us

SBB

“Naik Angkot Wajib Rapid Antigen” Di Luruskan Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Maluku

Ketua Harian Satgas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang | Sumber:Google

Laporan:Ekspresi Maluku

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid- 19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang meluruskan pemberitaan yang menyebutkan  setiap warga yang hendak bepergian dan menggunakan jasa transportasi angkutan kota (Angkot) wajib menjalani rapid test antigen.

Pemberitaan yang dilansir salah satu media itu, dinilai tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam program yang akan dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) beberapa waktu lalu

“Jadi, saya mau meluruskan saja. Rapied tes antigen itu akan diberikan secara gratis dengan sasaran pada, sopir angkutan kota (angkot), tukang ojek dan pengendara lainnya,” kata Selang dalam rilisannya dan dilanjutkan Humas Setda Provinsi Maluku. Senin 07/03/2021

Menurutnya, kegiatan rapied antigen gratis yang dilakukan oleh TP-PKK yang akan dipusatkan di Lapangan Tahapary, Polda Maluku itu, tidak bersifat wajib. Artinya, para sopir angkot, tukang ojek dan pengendara umum lainnya yang menjadi prioritas, dan bukan wajib bagi pengguna angkot.

“Ini soal tafsiran, jangan sampai kita salah dan membuat kegaduhan. Seakan-akan pemerintah ingin membatasi ruang gerak dan membuat takut warga di kota yang berjulukan manise ini,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Sekda Maluku ini sebelumnya  disampaikan pada acara persiapan rapid antigen gratis oleh TP PKK, namun kemudian disalah tafsirkan sehingga menjadi heboh di media sosial.

Menurut Kasrul, penyelenggaraan rapid tes gratis bertujuan sebagai deteksi dini/skrining covid 19 guna memutus mata rantai penyebaran covid 19 yang belum teratasi hingga saat ini

Sekda meminta agar masyarakat tidak perlu takut untuk di rapid.

“Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula pengobatannya, maka semakin cepat juga penyembuhnya. Dengan begitu, diri kita akan terjaga, keluarga kita, dan juga lingkungan terjaga dari resiko tertular covid 19 berbahaya itu. Jelasnya

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in SBB