Connect with us

SBB

Monitoring Pekerjaan Fisik Dinas PUPR; Bupati SBB Kunjungi Desa Sumeith Pasinaro

Penjabat Bupati SBB Andi Chandra As'aduddin Berkunjung di Desa Sumeith Pasinaro | Foto EkspresiMaluku

PIRU-EKSPRESIMALUKU.com_ Kunjungan Penjabat Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Andi Chandra As’Aduddin, berkunjung ke Desa Sumeith Pasinaro pada 13 Januari 2023 lalu, dalam rangka melakukan
monitoring dan evaluasi pekerjaan fisik pada Dinas PUPR.

Kunjungan monitoring dan evaluasi meliputi;

  1. Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ke Hotmix ruas Sp. Tala – Desa Sumeith Pasinaro;
  2. Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ke Hotmix ruas Desa Sumeith Pasinaro – Sp. Watui
    (Huku Kecil); dan
  3. Pembangunan Jembatan Wae Nui. Sabtu, 17/02/2024

Kunjungan monitoring dan evaluasi Bupati SBB, juga didampingi Unsur Pemerintah Daerah diantaranya;
Pj. Bupati SBB;
Ketua Tim Penggerak PKK SBB;
Kepala Dinas PUPR,
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik;
Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PUPR;
Direksi Lapangan Dinas PUPR.

Selain Pemerintah Daerah, dalam kunjungan itu, juga dihadiri Pihak Penyedia Jasa Konstruksi dan Jasa Konsultansi Pengawasan antara lain:
Kuasa Direktur CV. Leaci (Richard Rumpuin) sebagai pelaksana kegiatan Peningkatan
Kapasitas Struktur Jalan ke Hotmix ruas Sp. Tala – Desa Sumeith Pasinaro;
Pelaksana Lapangan CV. Balung Permai (Johanis Pirsouw) sebagai pelaksana kegiatan
Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ke Hotmix ruas Desa Sumeith Pasinaro – Sp. Watui
(Huku Kecil);
Direktur CV. Raya Nadawi Mandiri (Muchlis Naufal Wenno) sebagai pelaksana kegiatan Pembangunan Jembatan Wae Nui;
Koordinator Lapangan CV. Pesona Consultant (Sanori Maelissa, ST) sebagai Konsultan Pengawas Paket Pekerjaan Jalan;
Pelaksana Lapangan CV. Kelaras Sejati (Lucky) sebagai konsultan pengawas Pembangunan Jembatan Wae Nui.

Ketiga proyek tersebut diatas merupakan kegiatan yang dikerjakan Dinas PUPR dengan
menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Fiskal Daerah (DIFD)
tahun anggaran 2023.

Proses pelaksanaan pekerjaan sampai saat ini sementara dikerjakan, namun telah melewati jangka waktu pelaksanan yang telah ditetapkan.

Beberapa Kendala utama yang dihadapai dalam pelaksanaan pekerjaan adalah :
Tingginya curah hujan pada lokasi pekerjaan (Desa Sumeith Pasinaro, Kecamatan
Elpaputih) sehingga menganggu proses penyelesaian pekerjaan 2 paket jalan;
Tingginya curah hujan pada lokasi Aspalt Mixing Plant (AMP) yang merupakan tempat
Pengolahan Aspal Hotmix (Desa Eti) sehingga menganggu proses pengolahan aspal
untuk 2 paket jalan

Proses penyelesaian administrasi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan antara Pemerinatah “Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Provinsi Maluku mengalami keterlambatan

Akses jalan menuju lokasi jembatan yang baru dapat dijangkau pada akhir bulan 4
oktober sehingga mengganggu proses penyelesaian pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan.

Dari kendala tersebut diatas maka dapat dipastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai dengan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian maka telah dilakukan addendum pekerjaan dengan rincian sebagai berikut: Penambahan waktu pelaksanaan untuk pekerjaan Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ke Hotmix ruas Sp. Tala – Desa Sumeith Pasinaro sebanyak 60 hari kalender. Dengan demkian terjadi penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan dari 215 hari kalender, menjadi 275 hari kalender dan berakhir pada tanggal 18 Februari 2024:

Penambahan waktu pelaksanaan untuk pekerjaan Peningkatan Kapasitas Struktur Jalanke Hotmix ruas Desa Sumeith Pasinaro — Sp. Watui (Huku Kecil) sebanyak 60 hari kalender. Dengan demkian terjadi penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan dari 150 hari kalender menjadi 210 hari kalender dan berakhir pada tanggal 25 Februari 2024.

Penambahan waktu pelaksanaan untuk pekerjaan Pembangunan Jembatan Wae Nui sebanyak 90 hari kalender. Dengan demkian terjadi penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan dari 150 harikalender menjadi 240 hari kalender dan berakhir pada tanggal 27 Maret 2024.

Arahan Pj Bupati SBB kepada Penanggung Jawab proyek (Dinas PUPR) maupun kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas agar ketiga pekerjaan tersebut harap diselesaikan sesuai dengan addendum waktu pelaksanaan yang telah disepakati bersama serta meningkatkan koordinasi yang baik antara ketiga kontraktor tersebut, sehingga tdak menghambat proses mobilisasi material khususnya pada pekerjaan pembangunan jembatan.” Harap As’aduddin.

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in SBB