Connect with us

SBB

Modal BUMDes Kaibobu Mubazir, BPKP & Kejaksaan DimintaSegera Audit

Laporan:Niko Kastanja

KAIRATUBARAT,EKSPRESIMALUKU.com – Pengunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa(DD) Negeri Kaibobu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat salah sasaran sehingga tidak memberikan manfaat bagi pemberdayaan masyarakat tetapi malah terkesan mubazir.

Contohnya salah satu item program Dana Desa Negeri Kaibobu yakni Pengadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang menggunakan Anggaran ADD sebesar Rp.400.000.000 namun setelah satu tahun berjalan program tersebut mandek.

“ BUMDes tersebut janggal dan sarat rekayasa. Pasalnya pengurus dan Direktur BUMDes itu tidak memiliki besik ilmu dalam mengelola keuangan dan manajemen bisnis untuk mengelolanya “, Ungkap salah satu sumber yang tak ingin namanya disebut. Sabtu, 27/04/2019.

Menurutnya, pihak Pemdes Kaibobu juga tidak mengantisipasi persoalan tersebut dengan melalukan pelatihan pengeloaan keuangan dan manajemen usaha Alhasil alih-alih BUMDes tersebut meraih keuntungan tetapi yang terjadi malah menggerus uang rakyat.

Parahnya lagi, Kata Dia, setelah modal Rp 400.000.000tersebut tidak diketahui keuntungannya, Pemdes kemudian menggelontorkan lagi Dana sejumlah Rp 100 juta lebih. Bahkan semrautnya persoalan BUMDes Kaibobu juga makin pelik ketika Pembangunan Kantor BUMDes itu mendek, padahal setelah ditelusuri anggaran pembangunan Kantor BUMDes tersebut diluar modal usaha Rp 400.000.000 tersebut.

“ Karena banyaknya kejanggalan dari Penggunaan anggaran Dana Desa tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) Provinsi Maluku dan Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Dataran Honipupu untuk segera malakukan Audit investigasi Pelanggaran pengelolaan Dana ADD maupun DD Negeri Kaibobu sejak tahun 2015-2018 “,Pinta sumber itu.

Ditambahkannya, adapula proyek pembagunan di Negeri Kaibobu yang tidak sesuai, misalnya pembuatan tempat pembuangan sampah dan pembangunan kandang babi yang mubasir. Lantaran tidak digunakan hingga kini serta pembangunan pagar kantor Desa yang belum tuntas. Sehingga, tidak membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Negeri Kaibobu.

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in SBB