Connect with us

SBB

Maksimalkan Belajar Luring, SMPN 1 Seram Barat Gunakan 29 Klaster

Kepala SMPN 1 Seram Barat, Amrafel Wuritimur | Foto:Memet

Laporan:Memet

PIRU,EKSPRESIMALUKU.com – Dalam masa pandemi Covid 19 yang kini tengah melanda dunia, khususnya Indonesia, turut dirasakan seluruh provinsi tak terkecuali daerah terpencil.

Selain mengikuti anjuran pemerintah yang berhubungan dengan tuntutan bangsa, dan kebutuhan siswa dalam proses belajar mengajar Luring (Luar Jaringan) merupakan salah satu metode pembelajaran dalam masa pandemi, yakni melangsungkan belajar tatap muka dirumah dengan kelompok belajar yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa/siswi.

“Selain dari proses belajar mengajar yang menggunakan metode dalam jaringan (Daring) kami juga membentuk 29 klaster yang menyebar dari Lumoli hingga Jaya Bakti dengan tujuan untuk mengawasi pembelajaran yang berlansung dirumah berdasarkan rombel yang telah kami bentuk, ungkap Kepala SMPN 1 Seram Barat, Amrafel Wuritimur yang ditemui diruang kerjanya, Sabtu, 23/01/2021.

Menurutnya, pembentukan 29 klaster merupakan salah satu program sekolah dalam masa pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Belajar masih tetap dirumah dan dalam pengawasan dewan guru, tatap muka hanya dilakukan pengambilan soal ujian tengah smester, dan pengumpulan hasil ujian tengah semster, ” ucapnya.

Menyangkut protokol kesehatan, Wuritimur menambahkan, pihaknya juga menyediakan sabun dan air bagi para siswa dan guru serta melakukan penyeprotan pada ruang belajar seminggu sekali.

“Kami berharap kepada tim gugus Covid-19 termasuk pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait untuk sering mengunjungi sekolah-sekolah yang ada Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ini. Sehingga pihak sekolah dapat mengetahui perkembangan atau zona dilingkungan masing-masing”, pintanya.

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in SBB