Connect with us

Ambon

Kepala Bappeda Maluku : Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata Jadi Prioritas Pembangunan 2017

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, Antonius Sihaloho, menjelaskan, pembangunan 2017 memprioritaskan tiga bidang, yakni bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang pariwisata.

“Kita utamakan pembangunan bidang pendidikan, bidang kesehatan dan  bidang pariwisata, karena tiga bidang ini akan mendongkrak bidang yang lain, dari sisi peningkatan SDM, artinya bisa meningkatkan daya saing di sektor yang lain, ” katanya di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Kamis (20/01/2017).

Menurut dia, bidang pariwisata juga perlu ditingkatkan, karena merupakan potensi daerah yang tidak akan habis, tidak seperti bidang minyak dan gas (Migas) yang pada saatnya bisa habis.

“Di Maluku ada 455 potensi pariwisata , tetapi yang diprioritaskan ada 9 lokasi yang akan dibangun terutama di Banda dan Ora di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), pantai pasir panjang dan pulau Bair, di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra),” Ungkapnya.
Selanjutnya, potensi pariwisata Danau  Soleh di Kabupaten Seram Bagian  Timur (SBT), air benyanyi di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), pulau Matakus di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Pulau Lucipara dan potensi  wisata di pulau Ambon. “Di setiap kabupaten memiliki potensi  wisata sangat menarik bagi  wisatawan,” Ujarnya.

Selain pembangunan dibidang  pendidikan, kesehatan dan pariwisata,  lanjut Antonius yang sudah 30 tahun  mengabdi di daerah ini, sejak tahun  1987, bahwa Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Maluku juga menangani  masalah kemiskinan, ketahanan  pangan, reformasi birokrasi,  peningkatan investasi, infrastruktur  dan pembangunan daerah kawasan  perbatasan.

“Target penurunan angka kemiskinan  pada 2017 mencapai 16 persen dan  pada 2016, mencapai 19,18 persen,  sedangkan 2015 mencapai 19,51  persen. Tingkat kemiskinan di Maluku  masih tinggi diatas rata-rata nasional,  sehingga terus diupayakan untuk  dikurangi,” Katanya.
Untuk bidang pendidikan terutama  yang melek huruf juga masih cukup  tinggi diatas 98 persen, ini terus diupayakan untuk diturunkan. Sedangkan untuk bidang kesehatan,  akses masyarakat terhadap kesehatan  masih sangat terbatas, terutama di  daerah perbatasan. Karena itu, ada konsep pembangunan  kesehatan di 12 gugus pulau dengan  membangun rumah sakit pratama setara dengan Puskesmas lengkap.  Kemudian menempatkan dokter umum yang kemampuannya ditingkatkan menjadi dokter spesialis, tetapi  statusnya tetap sebagai dokter umum.

“Pemprov Maluku juga akan membangun Rumah Sakit Umum Pusat  Maritim (RSUPM) di Ambon, yang  dibiayai oleh pemerintah pusat untuk  melayani rujukan pasien dari Maluku  Utara dan Papua,” ujar Anton. Kemudian untuk pembangunan bidang  infrastruktur, dalam hal ini  perhubungan, energi dan komunikasi.

“Untuk sektor perhubungan, ke depan  ditargetkan tidak ada lagi daerah- daerah terisolir, semua bisa dijangkau  dengan transportasi, baik laut, udara  dan darat,” katanya. Begitu juga untuk energi pada 2019  ditargetkan Maluku sudah terang yang  ditandai dengan penerangan listrik di  semua wilayah. Sedangkan komunikasi  sampai tahun 2020 ditargetkan sudah  terlayani oleh telekomunikasi.
Disinggung pembangunan trans  Maluku, menurut Antonius, untuk pembangunan trans Maluku dengan panjang 1.250 kilometer, baru 70 persen yang mantap, sedangkan sisa 30 persen pembangunannya dilakukan secara bertahap. “Trans Maluku sebagian besar jalan nasional dan mudah-mudahan tahun  2019 semua sudah dalam keadaan  mantap,” ujar Antonius.

Disinggung juga pembangunan  jembatan dan dermaga, menurut dia,  pembangunan jembatan dan dermaga  tidak hanya dianggarkan melalui APBD tetapi akan diusulkan anggaran melalui APBN.

“Pembangunan dermaga di tiga daerah  akan dimaksimalkan untuk mendukung  Tol Laut, seperti di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dermaga di  Saumlaki (MTB) dan darmaga di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru,” Katanya.

Terkait investasi, menurut Antonius  minat investor yang masuk ke daerah  ini masih rendah , karena salah satu  kendala infrastruktur juga masih  terbatas, seperti jalan, listrik dan  transportasi, dan tentunya semua akan  dibenahi.(EM-ADN)

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ambon