Connect with us

Fiksi

Kakoya

Somba oo….
Somba Upu oo….
Somba oo….
Somba Upu Latu oo….

Teruntuk semua kepala
Saat tifa-tifa tanda perang berbunyi
Bagi setiap Alifuru
Kami adalah petir
Satu hentakan kaki
Maka selatan, utara, bahkan timur
Ada dalam satu libasan parang

Parang yang menebas kepala tuan
Parang yang merobek janji tuan

Janji kami telah kami sematkan
Sebelum tuan menebar segala dusta
Sebelum tuan merampas tanah kami
Sebelum tuan melepas cidaku kami
Sebelum tanjung sial menjadi siale

Kami telah menyematkan segalanya dalam-dalam

Di tapal-tapal batas
Kami telah bersiap
Sekali tahuri kami tiupkan
Secepat itu pula
Kami berlari
Secepat itu pula
Kami merubah dendam menjadi api
Yang membakar tuan
Di gedung-gedung tempat tuan bersembunyi

Barakate!
Barakate!
Barakate!
Kepada tanah tempat Mama lahir
Kepada tanah pula Mama bersemayam
Kepada tanah segala cinta tumbuh

Tuniayi laite lapae
Langit tempat segala doa berkecamuk
Sedang bumi: rumah bagi setiap yang mengaku cinta

Kami adalah parang
Kami adalah salawaku
Bukan hanya darah
Kepala telah kami sembahkan
Kepada tanah tempat segala cinta tumbuh.

2020

Minse Khamal. Pecinta buku  yang ingin ada di hati semua orang.

Ilustrasi: news.okezon.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Fiksi

  • Lautan Dalam Kepala

    LAUTAN DALAM KEPALA Judul Buku             : Laut Dalam Penulis                      : Jiku Sore Penerbit                   :...

  • Ibu…Ibu…Ibu..!

    Belum lama ini, tetangga kecil saya membuat semua orang di sekitarnya menangis. Namanya, Rahmah....

  • Lewerani

    Di kakimu Kulihat anak-anak kecil riang berlarian mencari sepercik cahaya Entah akan datang dari...

  • Angin Timur, Simfoni ketakwajaran, dan Simfoni VIII

    Puisi-puisi Moh. Asy’arie Samal:   Angin Timur   Angin timur datang tanpa kata kata...