Connect with us

Ambon

Hati-hati…Ada Trik Penipuan Lewat HP, Menyamar Dari Polres

Foto : google.image

Laporan: Ekspresi

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com –

Penipuan melalui handphone (HP) tentu bukan hal baru lagi dalam dunia kejahatan. Korban yang terkena tindak kejahatan ini juga terbilang cukup banyak.
Semakin hari modus yang dilakukan juga semakin beragam.

Mungkin kita sudah hapal dengan modus penipuan SMS yang akrab dengan sebutan “sms mama” yang bunyinya kurang lebih seperti ini “… tolong isikan pulsa 20 ribu ke nomor baru ini, penting … mama”.
Penipuan model tersebut bertujuan untuk mendapatkan pulsa sebanyak mungkin dari calon korban, namun mungkin saat ini sudah banyak orang yang hafal dengan trik ini.

Kemudian muncul modus SMS lain yang berbunyi seperti ” … jangan transfer ke rekening ini, transfer saja ke rekening bank yang itu … “, bila kita cermati bunyi sms penipuan ini jelas-jelas mengharapkan balasan dari si penerima, karena dengan membalas penerima sms secara tidak sadar telah registrasi secara otomatis dan membuat pulsa handphone mereka tersedot oleh si penipu.

Kali ini di Ambon, trik penipuan model baru juga dilakukan. Tak tanggung-tanggung, nama institusi Kepolisian dibawa-bawa.

Adalah Abdulah Pellu, warga dusun Saluku Negeri Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Nyaris jadi korban penipuan dengan trik ini.

Menurut Abdulah, ada orang yang menelepon mengaku dari Polres, mengatakan anaknya saat ini ada dalam tahanan Polres.

“Ada orang telepon dengan nomor hp: 0821679218079. Si penelepon bilang, anak saya ditangkap karena pakai shabu-shabu dan sekarang ada di tahanan Polres. Jika anak bapak ingin kami lepas, maka siapkan uang tebusan Rp.20 juta,” tutur Abdulah, meniru si penelepon.

Dikatakan juga, si penelepon juga meminta agar uangnya disiapkan dan akan dijemput di pelabuhan Tahoku desa Hila Kecamatan Leihitu.

Mendengar permintaan si penelepon, Abdulah langsung menelepon anaknya, Arifin Pellu, mahasiswa IAIN Ambon.

“Bapa telepon, katanya saya ditangkap gara-gara pakai shabu-shabu. Dan diminta bawa uang tebusan sebesar Rp20 juta. Saya sempat kaget dan sadar ini penipuan. Akhirnya saya minta bapa untuk tidak melayani si penelepon,” ujar Arifin, yang juga ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah IAIN Ambon, kepada Ekspresi di Ambon, Minggu (26/3/2017).

Bagi masyarakat, untuk menghindari modus atau trik tipuan seperti diatas, hindarlah membalas sms atau menerima telepon dari orang yang tidak jelas.

Hingga saat ini pencurian pulsa atau pemerasan karena modus penipuan diatas tetap marak dengan cara-cara yang baru.
Penipuan melalui telepon rumah juga banyak terjadi.

Biasanya para penipu menelepon dengan mengatakan salah satu penghuni rumah mengalami kecelakaan atau masuk rumah sakit sampai dengan mengalami penahanan oleh pihak yang berwajib karena tersangkut narkoba dan kesemuanya memerlukan biaya untuk segera di transfer ke rekening yang mereka berikan.

Berikut adalah bagaimana cara menangkal atau mencegah serta mengatasi modus penipuan lewat telepon atau hp.

Untuk menghindarinya sebelum melakukan sesuatu yang para penipu inginkan hendaknya cek terlebih dahulu kebenaran berita yang disampaikan.

Ada juga modus penipuan dengan cara seseorang yang mengaku dari perusahaan asuransi dan akan memberikan sebuah fasilitas secara gratis. Hati-hati, penelepon akan menanyakan apakah anda akan mudik, lalu disusul dengan pertanyaan yang mengarah ke data pribadi anda, seperti pertanyaan yang biasa kita dapatkan jika kita menelepon ke card center suatu bank, seperti alamat, telepon pribadi, nama ibu kandung dan sebagainya.

Jika ada seperti ini, harus waspada dan langsung memutuskan obrolan sehingga terhindar dari upaya penipuan. Penipu tersebut mempunyai tujuan untuk mendapatkan data pribadi calon korban, mungkin mereka akan menggunakannya untuk membobol rumah orang yang pulang mudik, atau menyalah gunakan data untuk transaksi perbankan (credit card).

Untuk modus penipuan ini harus kita ingat, bahwa pihak bank atau card center tidak akan menanyakan data pribadi kita jika posisi telepon adalah dari arah mereka (pihak bank yang menghubungi kita), berbeda sekali bila kita yang menghubungi mereka, tentunya pihak bank wajib menanyakan hal-hal pribadi tersebut untuk keamanan.

Mungkin itulah beberapa jenis penipuan melalui media telepon atau handphone yang harus diketahui. Waspadalah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ambon