Connect with us

P.buru

Gubernur Maluku Buka MTQ XXVIII Tingkat Provinsi di Namlea

Laporan:Ekspresi Maluku

NAMLEA,EKSPRESIMALUKU.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi Maluku, resmi dibuka Gubernur Maluku, Murad Ismail di alun-alun Kota Namlea, Kabupaten Buru. Jumat, 14/06/2019.

Gubernur Maluku, Murad Islami dalam sambutannya mengatakan,hajatan akbar provinsi itu, sejatinya dapat meninggalkan jejak peradaban dan sebagai sarana penting serta strategis dalam mendukung program pemerintah.

“ Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi yang 28 ini, sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban, yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, karakter, kebiasaan dan pola hidup kearah yang lebih baik “, Pungkas Gubernur.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti MTQ mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual atau akhlak bangsa.

Sebab agama dengan kitab sucinya merupakan sumber pengetahuan dan nilai yang mengajarkan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk.

“ Melalui MTQ Ke-28 Tingkat Provinsi ini, Kita jadikan sebagai ajang untuk berefleksi, berdzikir, dan bertafakkur untuk pembangunan akhlak dan peradaban bangsa ,” Terangnya.

Gubernur juga mengharapkan, peserta MTQ yang berasal dari kabupaten/kota se-Maluku agar berlomba penuh semangat juang dan sprotifitas dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan diantara sesama.

Pembukaan MTQ XXVIII Provinsi Maluku tahun 2019 diantdai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur Maluku Murad Ismail turut mendampingi Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Bupati Buru, Ramli Umasugi, Ketua LPTQ Maluku, Ismail Usemahu dan Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo.

Sesuai jadwal, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi Maluku dimulai sejak 13-21 Juni 2019 yang diikuti sebanyak 885 peserta dari 11 kabupate/kota se-Maluku.

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in P.buru