Connect with us

Kec. Amalatu

Gubernur Canangkan Tihulale Sebagai Desa Pendidikan dan Pariwisata

AMALATU,EKSPRESIMALUKU.com – Gubernur Maluku Said Assagaff mencanangkan program peningkatan pariwisata di Maluku, yakni program wonderfull Tihulale, di desa Tihulale Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),  Jumat (15/7/2016)

Program Wonderfull Tihulale menurut Gubernur Assagaff, harus dapat dimanfaatkan secara baik oleh warga SBB khususnya masyarakat terutama pemuda dan pelajar.

“Dengan pencanangannya sebagai Desa Pendidikan dan Percontohan Pariwisata, secara otomatis akan memberikan dampak positif dalam menggerakan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di Maluku terlebih Desa Tihulale”.

Lanjut Assagaf, awal Pemerintah Provinsi dibawah kepemimpinannya, sudah berupaya keras untuk membuka keterisolasian bagi desa-desa di Maluku yang diketahui punya potensi terutama dibidang pendidikan dan pariwisata.

Potensi wilayah Maluku yang menawan bagi peningkatan pariwisata Indonesia tentunya potensial untuk peningkatan pariwisata  kita.

Langkah nyata kata Assagaf,  dari upaya tersebut salah satunya yakni dicanangkannya Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe dan Desa Batumerah Kecamatan Sirimau, Kota ambon  sebagai Desa Pendidikan oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI.

“Dipilihnya Desa Amahusu dan Batu merah sebagai desa Pendidikan di Maluku oleh menteri pendidikan dan kebudayan karena di dua desa itu, setiap tahunnya diselenggarakan event Darwin Ambon. Selain itu, disana juga penduduknya berasal dari berbagai suku bangsa,” Ujar Assagaf.

Gubernur berharap, agar program serupa dapat pula diagendakan oleh yayasan Citra Kasih Abadi dan AIESEC Indonesia di Desa-desa lainnya yang ada di Maluku.

Sebanyak 20-an turis manca Negara yang dilibatkan dalam program wonderfull Tihulale tersebut. Mereka diantaranya berasal dari Negara Spanyol, Polandia, Kolombia dan China bahkan dari Universitas Pattimura Ambon.

Para turis yang rata-rata merupakan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Negara asalanya itu, selama berdomisili di Tihulale, mereka akan melakukan berbagai kegiatan. Diantaranya pengembangan sector pendidikan, pertanian, ekonomi, pariwisata, budaya dan lebih menarik lagi yakni pembobotan pendidikan berbahasa Inggris bagi para pemuda, mahasiswa dan pelajar di Desa Tihulale.

Sementara itu Bupati SBB Jacobus Putileihalat mengatakan pencananngan Desa Tihulale sebagai Desa Pendidikan dan Pariwisata di Maluku oleh AIESEC, menandakan SBB juga sangat dihitung di level nasional maupun internasional.

Adanya hal itu, dapat dibilang SBB telah memiliki satu kemajuan yang sangat luar biasa.  Bupati mengungkapkan, bicara soal potensi pariwisata, SBB tidak kalah kaya jika disandingkan dengan Kabupaten lain di Maluku bahkan secara Nasional. Menurut Bupati yang akrab disapa Bob bahwa, terdapat kurang lebih 80 pulau di SBB yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pariwisata di Maluku. Terlepas dari semua itu, SBB juga punya segudang putra-putri yang memiliki potensi SDM mumpuni.

“Saat ini, pihaknya tengah berupaya keras untuk membuka keterisolasian dalam rangka melakukan pengembangan di dua sektor tersebut.  Dalam mewujudkannya, Pemkab SBB  sudah menganggarkan kebutuhan biaya operasionalnya di batang tubuh APBD SBB,” Tuturnya.

Untuk diketahui, kata Puttileihalat, program Wonderfull Tihulale, merupakan upaya untuk mengembangkan potensi SDM maupun SDA di desa yang dipilih. Program ini, akan berlangsung selama satu tahun, namun akan ada proses pergantian  bagi para turis yang dilibatkan, sekali dalam setiap satu bulan setengah. (EM-Aswad)

 

Gempa terkini di Indonesia

More in Kec. Amalatu