Connect with us

Ambon

Ketergantungan Produk Luar Negeri di Maluku Rendah

Foto Google

Laporan:Ekspresi Maluku

 

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com – Pertumbuhan ekonomi yang solid di Maluku juga didukung oleh rendahnya ketergantungan terhadap produk luar negeri. Hal ini ditunjukan dengan Kinerja impor Maluku pada triwulan I 2019 mengalami kontraksi sebesar 12,41% (yoy) yang didominasi oleh komoditas migas.

Hal ini dipaparkan ketua Tim Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Teguh Priyono lewat press releasenya, yang disampaikan pada redaksi Ekspresi, Sabtu (19/5/2019). Dilain sisi, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan I 2019 yang tercatat tumbuh 6,32% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh permintaan domestik dari konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, investasi tetap tumbuh positif.

Ekonomi Maluku triwulan I 2019 tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yang sebesar 5,39% (yoy). Kinerja pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan I 2019 juaga masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta baik dari Lembaga Nonprofit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan rumah tangga mencatatkan pertumbuhan tinggi. Konsumsi LNPRT dan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh masing-masing sebesar 8,82% (yoy) dan 7,37% (yoy) didukung oleh perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen serta terjaganya inflasi bahan pokok.

Pelaksanaan persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden, Wakil Presiden dan Legislatif menjadi faktor pendorong naiknya konsumsi domestik. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) tumbuh positif 5,46% (yoy), utamanya pada PMTDB Bangunan seiring realisasi proyek infrastruktur di Maluku yaitu perluasan Bandara Pattimura, program lanjutan pembangunan 1.600 rumah rakyat dan pembangunan ruas jalan Trans Maluku.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), perbaikan permintaan domestik tercermin pada kinerja LU jasa keuangan, LU pengadaan listrik dan gas dan LU konstruks LU jasa keuangan tumbuh 12,29% (yoy) pada triwulan I 2019, seiring dengan menguatnya pertumbuhan penyaluran kredit di Maluku yang sebesar 14,83% (yoy).

Berdasarkan jenisnya, pertumbuhan kredit di Maluku didorong oleh kredit modal kerja dan kredit investasi. Selanjutnya, LU pengadaan listrik dan gas mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,44% (yoy) pada triwulan I 2019 atau lebih tinggi dibanding triwulan yang sama tahun 2018 yang tumbuh terkontraksi sebesar 0,11% (yoy).

Tingginya pertumbuhan pada LU pengadaan listrik dan gas didorong realisasi program Pemerintah Maluku dan PT PLN wilayah Maluku-Maluku Utara untuk mengalirkan listrik ke seluruh wilayah Maluku. LU konstruksi tercatat tumbuh sebesar 7,99% (yoy), seiring dengan komitmen Pemerintah Daerah untuk menyediakan sarana infrastruktur publik.

LU pertanian, kehutanan dan perikanan juga tumbuh menguat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. LU pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 6,62% (yoy). Menguatnya pertumbuhan pada LU pertanian, kehutanan dan perikanan didorong oleh produksi tanaman pangan yang meningkat, utamanya pada ikan segar, sayuran-sayuran dan padi seiring dengan program peningkatan produktivitas melalui program budi daya ikan dan perluasan lahan tanam.

Pada komoditas tanaman perkebunan, peningkatan didorong oleh panen cengkeh dan buah buahan. Dari sisi perikanan, pertumbuhan didorong oleh meningkatnya produksi ikan segar dan meningkatnya volume ekspor komoditas hasil laut selama triwulan I 2019.

Tingginya pasokan tersebut terkonfirmasi dari tingkat inflasi bahan makanan yang rendah selama triwulan I 2019 yang mengalami deflasi 6,47% (yoy). Solidnya kinerja LU pertanian, kehutanan dan perikanan juga terlihat dari naiknya angka Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 100,70

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku memproyeksikan pertumbuhan ekonomi maluku 2019 tetap kuat.Ekomoni malukupada triwulan II 2019 diperkirakan masih akan tumbuh didorong permintaan domestik, utamanya oleh permintaan masyarakat saat bulan ramadhan.

Selain itu, investasi bangunan di Maluku akan terus tumbuh seiring dengan realisasi proyek strategis nasional dan proyek multi-years lainnya. Upaya pemerintah daerah untuk mendorong kinerja ekspor dengan meluncurkan program ekspor komoditas cengkeh dan mempermudah proses administrasi ekspor diperkirakan dapat turut mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku.

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ambon