Connect with us

Ambon

DPRD Keluarkan Rekomendasi Kepada Bank Maluku

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com-Panitia Khusus (Pansus) Bank Maluku keluarkan rekomendasi persoalan Bank Maluku-Maluku Utara (Malut). Pansus menetapkan persoalan Bank Maluku-Malut berkaitan dengan persoalan pembelian kantor cabang Bank Maluku di Surabaya, Jawa Timur serta berkaitan dengan Reverse Repo Saham termasuk kredit-kredit macet Bank Maluku-Malut merupakan suatu kegagalan management PT Bank Maluku dan Maluku Utara.

Hal ini disampaikan oleh ketua DPRD Maluku selaku Pimpinan Pansus, Edwin Adrian Huwae kepada wartawan usai rapat penetapan rekomendasi Pansus Bank Maluku, Kamis (24/11/2016 ).

“Yang menjalankan management Perbankan ini adalah orang-orang tertentu, maka pendapat Pansus adalah orang-orang itu gagal juga. Dan karena orang-orang ini gagal maka kami berpendapat bahwa kesalahan itu kemungkinan terjadi kesalahan dalam rekrutmen para pemimpin yang ada di Bank Maluku-Malut ini,” ujar Edwin Huwae

Tambahnya, salah satu butir rekomendasi Pansus adalah sebaik mungkin rekrutmen para management ini harus diperketat dan dilaksanakan dengan suatu mekanisme yang lebih terbuka dan transparan, dan orang-orang yang kemudian menjadi pemimpin di Bank adalah orang-orang yang punya latar belakang Perbankan dan profesional dalam dunia perbankan. Karena kalau tidak, kedepan akan terjadi seperti saat ini.

 “Kan ada dua aspek yang hari ini kita keluarkan dalam rekomendasi Pansus, yang pertama berkaitan dengan aspek hukum dan Politik. Dari sisi hukum ditemukan ada dugaan tindak pidana, dan sementara sedang diproses hukum oleh Kejaksaan Tinggi Maluku dan sekarang sedang menjalani proses sidang,” Ujarnya. Dari aspek hukum ini, Pansus mendukung sepenuhnya kepada pihak Kejati Maluku sebagai aparat penegakkan hukum yang sementara ini sedang memprosesnya untuk dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Semua pihak yang diduga berkaitan dalam kasus itu, silahkan dipanggil saja untuk dimintai keterangannya, agar kedepannya tidak terjadi seperti ini. kasian kerugian yang besar di reverse refo saham itu 238 miliar. Jika dibangun Rumah Sakit, berapa banyak yang dihasilkan?. Atau kalau dipakai untuk dibagi kepada masyarakat, tentu akan mengurangi angka kemiskinan yang ada. Tapi kasihan jumlah uang itu menguap hilang begitu saja,” Ujar Edwin. Oleh karena itu, lanjut Edwin, dalam salah satu poin rekomendasi pansus juga ditegaskan untuk direksi yang baru sekarang ini untuk dibentuk nanti punya tanggungjawab untuk memperjuangkan kerugian itu terutama soal kerugian Reverse refo saham. Karena dari PT. AAA juga telah berjanji untuk menggantikan itu. Ini jangan dianggap remeh, karena rekomendasi ini akan dipantau terus.

Huwae mengatakan siapa pun dia, semua pihak yang terlibat baik secara lansung dan tidak lansung sehingga mengakibatkan terjadinya kerugian di Pt. Bank Maluku-Malut harus bertanggung jawab.

“Memang didalam rekomendasi itu tidak dimuat nama, dan dalam rekomandasi yang kita tegaskan secara kelembagaan itu tidak mungkin memuat nama orang, apalagi kemudian dengan dugaan-dugaan. Soal kewenangan itu sudah menjadi tanggungjawab penyidik aparat penegak hukum, karena itu ranahnya tindak pidana. Secara umum kami sampaikan saja yang terlibat sehingga terjadinya kerugian itu harus diperiksa,” Katanya. (EM-ADN)

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ambon