Connect with us

Fiksi

DIBALIK PURA-PURA

Kemudian Hari, tangis akan pecah

Meski ditahan agar tak linang airmata

Bisa saja ada bahagia yang sebenarnya bagian dari bedebah

 

Aku menerawang semua

Saat menyaksikan keadaan teman sebaya

Dia punya luka dan hidup bersimbah duka

Dia tak punya ayah

Apapula ibu yang harus memberikan pelukan dan kecupan.

 

Tragis!

Benar-benar tragis

 

Sekali ia curahkan semuanya

Saya menahan sedih

Mencoba kuat agar dia juga bisa bersikap tegar

Dia lelaki yang hidup dengan kepura-puraan

Tawanya yang riang adalah sikap dia membias lupa akan tekanan kehidupan

 

Tuhan membiarkan ia tersesat

Kesepian

Dan menderita

Aku tidak begitu tahu maksud Tuhan apa?

Tetapi aku yakini

Tuhan juga hanya berpura-pura

 

Entahlah…

 

2019

 

Catatan:

  1. Tentangpenyair: Asril Luhulima. Lahir di Asilulu. Jazirah Leihitu. Maluku.1997. Sedang belajar di jurusan EkonomiSyariah, Institut Agama Islam Negeri, Ambon.
  2. Ilustrasidari: Anneahira.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Fiksi

  • Kakoya

    Somba oo….Somba Upu oo….Somba oo….Somba Upu Latu oo…. Teruntuk semua kepalaSaat tifa-tifa tanda perang...

  • Lautan Dalam Kepala

    LAUTAN DALAM KEPALA Judul Buku             : Laut Dalam Penulis                      : Jiku Sore Penerbit                   :...

  • Ibu…Ibu…Ibu..!

    Belum lama ini, tetangga kecil saya membuat semua orang di sekitarnya menangis. Namanya, Rahmah....

  • Lewerani

    Di kakimu Kulihat anak-anak kecil riang berlarian mencari sepercik cahaya Entah akan datang dari...