Connect with us

Fiksi

DI TANJUNG MARTHAFONS

Di tanjung marthafons

Pelaut melemparkan umpan

Menarik mika dan kail perlahan

 

DI tanjung marthafons

Yang melaut bukanlah bajak laut

Melainkan orang mengais rezeki

 

Sementara marthafons bukanlah tempat mengais kehidupan sepersen

Adalah maut; kau tarik masuk kedalam kubangan hidup

Jadilah sejarah terpampang di atas amis dan asin karang

 

Mereka yang berlayar

Pun dia yang bercadik

Semua memancing kematian

 

Datanglah serumpun kehidupan

Menjadi abadi; selalu di kenang

Dari bayi sampai lansia tahu cerita abadi itu

 

Di tanjung marthafons

Cinta menjadi maut

Semaut pelaut melawan gelombang kematian

 

Tapi janganlah heran, tanjung marthafons

Tempat maut dan bahagia menyatu

Menjadi abadi dalam ingatan teluk Ambon.

 

Tanah Beta, April 2019.

 

Catatan:

  1. Tentang penyair: Tanah Beta merupakan nama pena dari Adam Makatita. Lahir di Ambon, 27 Mei 1994. Sedangbelajar di jurusan Jurnalistik, Institut Agama Islam Negeri, Ambon..
  2. Ilustrasi dari: http://www.docarehealthproducts.com/

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Fiksi

  • Kakoya

    Somba oo….Somba Upu oo….Somba oo….Somba Upu Latu oo…. Teruntuk semua kepalaSaat tifa-tifa tanda perang...

  • Lautan Dalam Kepala

    LAUTAN DALAM KEPALA Judul Buku             : Laut Dalam Penulis                      : Jiku Sore Penerbit                   :...

  • Ibu…Ibu…Ibu..!

    Belum lama ini, tetangga kecil saya membuat semua orang di sekitarnya menangis. Namanya, Rahmah....

  • Lewerani

    Di kakimu Kulihat anak-anak kecil riang berlarian mencari sepercik cahaya Entah akan datang dari...