Connect with us

Ambon

Cengkih, Primadona Sejak Dahulu

Laporan : Ekspresi

AMBON,EKSPRESIMALUKU.com-Cengkeh atau eugenia caryophylata dibudidayakan di berbagai negara diantaranya Tanzania, Madagaskar, India, Srilanka, Jamaika begitupun di Indonesia, Provinsi Maluku adalah salah satu daerah penghasil cengkeh terbaik .

Cengkih  termasuk rempah-rempah  yang membuat para penjelajah seperti Christopher Columbus, Vasco da Gama, Ferdinand Magellan, Samuel de Champlain maupun Henry Hudson  berupaya mencari jalur untuk bisa mencapai Kepulauan Rempah-Rempah.

Soal khasiat jangan diragukan lagi. Tumbuhan eugenia caryophylata umumnya digunakan sebagai bumbu masakan atau bahan baku kretek namun cengkeh juga dapat dijadikan minyak atsiri atau minyak cengkeh yang berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit.

Pembuatan minyak cengkeh dilakukan dengan metode penyulingan  uap air  water and steam distillation atau sistem kukus. Bahan baku berupa batang cengkeh dan uap air pada kondensor akan berubah menjadi cair karena proses pertukaran panas mengakibatkan terjadinya ekstraksi sehingga menghasilkan air dan minyak sekaligus. Kedua cairan yang dihasilkan tersebut tidak akan menyatu  dikarenakan air merupakan senyawa kimia yang bersifat polar, sedangkan minyak merupakan senyawa kimia yang bersifat nonpolar.

Kedua senyawa itu apabila disatukan tidak dapat bercampur karena memiliki sifat khas yang berbeda.

Salah seorang pengusaha minyak cengkeh, Yusuf Elthon Porwaila mengatakan proses destilasi uap air berupa 1,6 Kg batang cengkeh memakan waktu kurang lebih 6 jam, Untuk menghasilkan minyak berkualitas batang cengkeh yang digunakan sebaiknya tidak memiliki kadar air.

Sejak tahun 2005 silam, Yusuf aktif mengolah batang dan daun cengkeh menjadi minyak atsiri khusus minyak cengkeh di halaman belakang rumahnya di Desa Hukurila, Kecamatan leitimur Selatan.

“Untuk bahan baku sebanyak 1,6 kg batang cengkeh proses destilasi memakan waktu 6 jam, bahan baku tersebut harus benar benar kering agar minyak yang dihasilkan semakin berkualitas , ” Tutur Yusuf.

Tiga komponen utama bahan baku minyak cengkeh dari batang, tunas maupun daun yang memiliki kandungan euganol terbesar ada di Maluku. Eugenol adalah sebuah senyawa kimia aromatik berbau larut dalam air maupun pada pelarut organik. komposisi kimianya ditentukan oleh GC dan GC-MS yang menunjukkan daun memiliki sekitar 81,13 sampai 84,44% eugenol, 11,60 sampai  15,02% eugenyl asetat 3,45 sampai 4,60% β-caryophyllene, pada tunas, sebanyak 81,06 – 86,04% eugenol, 11,95 sampai 16,16% β-caryophyllene dan 2,02 sampai  3,05% eugenil asetat, pada batang, 97,20 sampai 98,83% Eugenol.

 “ Studi ini menghasilkan senyawa minyak esensial cengkeh dari Pulau Ambon terdapat pada batang dengan kandungan euganol tertinggi sebesar 97,20- 98,83 %, ” ujar penelliti Universitas Pattimura Hanoch Julianus Sohilait

Menurut Hanoch, konsentrasi eugenol tertinggi pada minyak cengkeh yang dihasilkan melalui batang cengkeh berguna sebagai anti bakteri alami dengan fungsi sebagai anestetik serta anti mikrobial. Penelitiannya  menunjukan kandungan euganol dalam minyak cengkeh digunakan sebagai bahan bahan aktif pembuatan obat kumur sehingga dapat membunuh bakteri yang resisten terhadap anti biotika seperti bakteri Streptococcus mutans dan streptococcus viridians. Bakteri tersebut merupakan mikroorganisme penyebab utama terjadinya karies pada gigi.

“ Komponen utama euganol merupakan bahan dalam pembuatan obat-obatan anti bakteri , anti inflamasi maupun anti kanker pada industri farmasi dan kesehatan,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ambon