Connect with us

Pendidikan

BMKG Kairatu Akan Buka Sekolah Lapang Iklim

PIRU,EKSPRESIMALUKU.com – Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG), stasiun meteorologi Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, dalam tahun ini akan membuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk para petani. “Dalam tahun ini, tepatnya bulan Agustus akan kami akan buat Sekolah lapang Iklim tingkat Provinsi. Hal ini dimaksud sebagai cara berdayakan petani lewat iklim. Sehingga mereka tidak perlu khawatir dan memahami iklim untuk bertanam“, ungkap Ronald Christian Wattimena, Forecaster Staklim Kairatu yang ditemui di lokasi pameran BMKG pada MTQ XXVI di SBB, (20/5/ 2015).
Dijelaskan,  SLI yang akan dibangun merupakan kerjasama BMKG dengan Badan Litbang Pertanian, Dinas Pertanian serta Penanggulangan Hama. Semua akan dirampung jadi satu sehingga kedepannya hasil produk serta hasil yang diperoleh juga akan berbeda. “Itu yang akan kita terapkan“, tandas Wattimena.
Direncanakan SLI akan dibangun di Desa Waiheru dan akan dibangun secara bertahap dari SLI-1, SLI-2 dan SLI-3 . Untuk  SLI-1, lebih ditujukan kepada Kepala Dinas atau Kabid Provinsi Maluku dan dari mereka akan turun SLI-2 dan SL-3. “Sesuai rencana kita akan buat SLI-1 di Desa Waiheru yang lebih kepada Kadis atau Kabid. Dari situ akan turun SLI-2  yang dinamakan penyuluh dan kita akan praktek lapangan bersama masyarakat sebagai SLI-3. Ini semua dibawah binaan BMKG Stasiun Kairatu yang juga bertindak sebagai koordinator untuk kerjasama dengan Pemprov Maluku“, urai Wattimena.
Untuk daerah SBB, kata dia, pihaknya telah memasuki dua periode kalender tanam di Desa Waimital. Dengan demikian pihak BMKG Kairatu dapat mengeluarkan perkiraan bahwa prose tanam di Waimital, Kecamatan Kairatu dapat dilakukan pada Mei Minggu ketiga dan Juni Minggu pertama tahun 2015.
Wattimena menambahkan, SLI dapat menciptakan kader–kader yang memahami jenis pertanian dan sebagainya. Termasuk didalamnya, kalender pertanian serta pengetahuan tentang hama. “Kedepan, para kader akan menjadi ujung tombak dan akan menyampaikan ke masyarakat bahwa sebenarnya iklim sangat berpengaruh untuk ketahanan pangan, Terang Wattimena. (EM-Fatah).

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Pendidikan