Connect with us

Ragam

Banyak Keluarga Terapkan Pola Makan, Pola Asuh, dan Sanitasi Tak Tepat

“Riset ini bertujuan memperoleh informasi tentang factor kunci yang berpengaruh pada kebiasaan terkait gizi, termasuk di dalamnya sanitasi dan praktik higienitas seperti air bersih,”ujar Minarto, Direktur Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM) MCA-Indonesia, Jumat, (23/01/2015).

Studi tersebut menunjukkan praktik pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang kurang optimal dimulai jauh sebelum anak dilahirkan. Misalnya, 43% dari ibu hamil yang disurvei mengaku makan kurang dari 3 kali sehari, dan 35% mengaku makan lebih sedikit jumlahnya terutama pada trimester pertama kehamilan dengan alasan mual.

Selain itu, mayoritas responden (55%) tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enambulan pertama usia anak. Alasannya beragam, seperti ASI tidak keluar, anggapan bahwa bayi yang terus menangis adalah karena lapar, ibu harus bekerja, dan bayi di asuh orang lain.

Selanjutnya saat anak responden berusia 6-23 bulan, 62% di antaranya hanya mengkonsumsi 1-2 kelompok makanan, teruta maserealia dan sayuran. Tak kurang dari 40% anak pun hanya makan kurang dari tiga kali sehari karena tidak ada kebiasaan sarapan dan sang ibu memberimakan sekadar saat anak memintanya.

Tak kalah penting adalah temuan soal praktik sanitasi masyarakat, yang dapat menyebabkan perkembangan anak takmaksimal. Sekitar 20% sumber air minum keluarga adalah dari sumur yang tidak terlindungi, ada 25% keluarga yang tidak buang air besar di jamban. Sedangkan kebiasaan mencuc itangan dengan sabun pada lima waktu kritis juga masih rendah. Hanya 30% responden melengkapi tempat cuci tangannya dengan sabun, dan cuma 25% yang menggunakan air mengalir.

Stunting, atau tinggi badan di bawah standar pada umur tertentu yang disebabkan kurangnya asu pangizi dalam waktu cukup lama dan infeksi berulang kali, adalah salah satu parameter penting bagi kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang terutama disebabkan oleh pola asuh taktepat. Akibatnya, perkembangan fisik dan kemampuan kognitif sipenderita tak maksimal.

Advertisement

Gempa terkini di Indonesia

More in Ragam