Connect with us

Kec. Huamual

Mercuri Ancam Warga Luhu-Iha, Kodam dan Polda Turun Tangan

Foto: Istimewa

Laporan: Ekspresi

HUAMUAL, EKSPRESIMALUKU.com – Bahaya merkuri terus mengancam 500-an warga penambang di kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Tepatnya warga negeri Luhu dan Negeri Iha.

Efek mercuri ini sangat mematikan bagi kesehatan. Sejumlah bahaya mercuri seperti; mengancam janin dan anak anak, mempengaruhi sistem saraf orang dewasa, efek intoksikasi mercuri pada sistem ginjal, sistem reproduksi dan sistem immune, sistem kardiovaskular, sistem motoris, terhadap gen dan mekanisme molekuler.

Menyikapi hal ini, pihak Kodam dan Polda bergerak cepat menuju lokasi tambang batu cinnabar. Ratusan warga penambang pun dikumpulkan. Sosialisasi bahaya mercuri dilakukan, Senin (11/4/2027).

Dalam release yang diterima Ekspresi, Danramil 1502-07/Piru, Kapten Inf Ato Laturake menyatakan sosialisasi itu merupakan tindak lanjut hasil pertemuan tomas, toda, toga desa Iha dan negeri Luhu bersama Pangdam XVI/Pattimura beberapa waktu lalu tentang tambang batu cinabar tersebut.

Aktivitas warga tersebut, oleh Pangdam XVI Pattimura tidak dilarang. Namun Pangdam meminta kesadaran masyarakat agar menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan.

“Kerugian dari tambang batu cinnabar sangat berdampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat terutama para penambang sendiri,” ujar Jendral yang lagi mengembangkan program emas biru dan hijau ini.

Dikatakan, hasil kekayaan alam di Maluku sangatlah melimpah ruah baik laut maupun didarat. Kekayaan ikan Maluku dan tanah yang subur ini bisa menghasilkan produksi hasil perikanan, pertanian baik jangka pendek maupun jangka panjang yang mampu memberikan kemakmuran rakyat.

Pihak Kodam sangat memahami sungguh akan areal tambang yang merupakan mata pencaharian masyarakat Iha dan Luhu serta masyarakat pendatang yang mencari nafkah.

“Hasilnya sangat menggiurkan, akan tetapi melihat dampak dari kandungan mercuri dari batu cinnabar dan lebih lagi jika memproduksi mercuri di wilayah ini akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Pendapatan yang saat ini rekan rekan dapatkan yang cukup besar tidak akan kekal, nanti uang tersebut akan keluar untuk membiayai pengobatan, dari penyakit yang ditimbulkan. Efek mercuri cukup besar dan sangat membahayakan”, papar Pangdam yang disampaikan Danramil.

Ditegaskan, lebih baik hidup sehat dengan pendapatan yang cukup untuk keluarga dari pada hidup mewah tetapi sakit-sakitan / cacat seumur hidup hingga menimbulkan kematian dini.

Pada kesempatan itu, lewat Danramil, Pangdam berjanji akan memberikan bantuan berupa kambing untuk dipelihara. Bantuan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga desa Iha dan negeri Luhu.
Selain itu, pihak TNI/Polri Melarang tegas adanya pengolahan hasil tambang menggunakan mercuri di areal tersebut. Jika ketahuan akan ada tindakan tegas. Begitupun larangan keras adanya peredaran miras serta mengkonsumsi miras yang dapat memicu konflik terutama di wilayah penambangan.

Kapolsek Huamual, Ipda Mukadar mengatakan permasalahan konflik terbesar yang dapat mengganggu Kantibmas di lokasi tambang adalah miras.

Karena itu, Mukadar mengingatkan dengan tegas agar warga penambang tidak mengkonsumsi miras apalagi mengedarkan miras.

Dirinya juga menegaskan akan memproses secara hukum terhadap pelaku yang mengelola mercuri maupun menggunakan mercuri di areal tambang.

Mukadar meminta kerjasama kepada warga tambang agar bersama-sama saling mengingatkan adanya efek mercuri tersebut dan menjaga kestabilan keamanan.

Tokoh masyarakat desa Iha, Abdul Arif Samal, mengapresiasi kegiatan sosialisasi oleh TNI/Polri akan bahaya mercuri terhadap kesehatan.

Sayangnya, Samal yang mantan anggota DPRD SBB ini belum memahami tentang bahaya dan zat yang terkandung pada batu cinnabar ini.

Dari release yang Ekspresi terima, Samal katakan bentuk serbuk dan batuan yang mengandung cinnabar ini tidak memiliki kandungan zat kimia dan tidak mengandung bahan mercuri.

“Batu cinnabar ini tidak terkontaminasi dengan mercuri. Ini kompensasi hidup masyarakat sehari-hari. Ini bukan untuk memprovokasi. Bahkan kami sudah menyurati ke ombudsman Propinsi Maluku terkait izin penambangan supaya dilegalkan. Ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru,” tampik Abdul Arif Samal.

Pernyataan Samal ini sangat bertentangan dengan info batu cinnabar ini. Seperti dikutip dari google.com, terkait enam jenis batu paling berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah batu cinnabar.

Disebutkan, cinnabar atau disebut juga merkuri sulfida adalah mineral tunggal yang paling beracun di bumi. Nama kristal ini berarti darah naga, dan itu adalah bijih utama dari Merkurius. Terbentuk di dekat Gunung berapi dan endapan dari belerang. Kristal merah cerah ini merupakan sinyal bahaya dari jenis yang yang paling mematikan.

Cinnabar dapat melepaskan merkuri murni jika terganggu atau dipanaskan, menyebabkan tremor, hilangnya pengindraan dan kematian.

Pada pertengahan dan akhir 1700-an, warga yang dikirim untuk bekerja di tambang Spanyol yang mengandung formasi cinnabar dianggap sebagai hukuman mati. Cinnabar secara luas digunakan dalam sejarah Cina untuk hidangan makanan hias, dan ukiran rumit yang diciptakan dari potongan-potongan cinnabar, kadang-kadang dengan mengorbankan para pengrajinnya.

Sosialisasi bahaya mercuri ini selain dihadiri sejumlah personil Koramil, dan Polsek Huamual, juga hadir para tokoh masyarakat desa Iha, tomas Iha, Abd. Arif Samal, Toga Hulung, H. Made Kaisupi dan Toda Hulung, Abdullah Pikahulan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gempa terkini di Indonesia

More in Kec. Huamual