Ambon

Apa Kata Mereka, Tentang Ambon-Maluku

Orang  Pikir Masih Ada Sisa Konflik

Drs. H. M. Bahri, MA, (Asisten I Pemerintah Kota Bontang)

 Kami sangat bersyukur bahwa saudara – saudara kami sudah diluar perkiraan orang banyak. Orang diluar pada tahu bahwa Ambon itu masih ada sisa – sisa konflik tapi setelah kami datang, alhamdulillah ternyata bapak gubernur, bapak walikota, telah mengikis pemikiran itu semua sehingga, Ambon sangat manise.

Perjalanan kami cukup melelahkan, dari Balikpapan transit ke makassar 3 jam baru sampai Ambon. Alhamdulillah, setelah sampai kota Ambon, apa yang terjadi, konflik 16 tahun lalu sudah tak terlihat lagi.

Kota Ambon masyarakatnya plural dari wilayah di Indonesia. Berdasarakan pengamatan kami di lapangan setelah ke pasar, mall, ke pantai losari, alhamdulillah masyarakatnya sangat bersahaja, sangat luar biasa Ambon sekarang.

Makanan khas yang ingin kami rasakan yaitu papeda sama makanan yang terbuat dari sagu yang pastinya buah duren tapi kita ingin makan yang baru jatuh dari pohon bukan yang disimpan karena durian Ambon sangat enak.

Saya harapkan pemerintah bisa menciptakan Bali di Ambon. Kenapa? Karena potensi itu ada. Pantainya sangat cantik walaupun pasirnya tidak seperti Bali tapi Ambon punya kelebihan tersendiri.

Salah satu tenaga ahli dari malaysia mengatakan bahwa di Indonesia itu masih bisa menciptakan 30 Bali dan satu diantaranya adalah kota Ambon. Tergantung kreatifitas pemimpinnya.

Kesan Pertama Di Kota Ambon

Lily Dwiyanti( Kepala Bagian Perekonomian Kota Banjarmasin)

Lily Dwiyanti (5)

Saya sempat khawatir saat tiba di Ambon sebab pernah mengalami masa konflik yang lama. Kemarin bersama rekan naik becak dari hotel amans menuju lapangan merdeka sekalian untuk merasakan suasana kota Ambon

Tadinya takut namun bang becak mengatakan, “ ibu, kita orang Ambon semua bersaudara, tidak usah takut pasti ibu sampai tujuan dengan aman “ dan ternyata orang Ambon sangat ramah. Begitupun saat kita ke pantai natsepa dan pantai liang, kita dilayani oleh masyarakat dengan baik.

sehingga kita jadi ingin mengajak keluarga dan sahabat untuk jalan – jalan nanti ke Ambon melihat lautnya yang sangat cantik, biru dan bersih. Kalau kerumah makan, kita makan papeda sama ikan kuah kuning, ikan bakar sama colo – colonya, oke banget. Pariwisata kota Ambon sangat cantik, harus didatangi. Yang kita dapat disini dan dapat jadikan contoh ketika pulang ke banjarmasin adalah, penanganan wisata diAmbon sangat bagus, mengenalkan pulau – pulau di Ambon. Itu yang akan coba kita terapkan di kota Banjarmasin.

“ Pameran Indonesia city exspo merupakan ajang pengenalan kota seluruh Indonesia yang menunjukan keunggulan dan wisatanya masing – masing. Ini yang sangat penting bagi seluruh pemerintah kota ( pemkot ) yang ada di Indonesia, “ tegas Dwiyanti .

Kami Disambut Anggrek Ungu Maluku

Emi Alaydrus (Owner Rumah Batik Ampiek – Kota Balikpapan)

okk Balikpapanedit“Waktu pertama turun dari pesawat, kami disambut anggrek ungu yang ada di bandara internasional pattimura Ambon. Sangat cantik dan buat saya terpukau. Dalam perjalanan dari Balikpapan, surabaya sampai Ambon, terbayar setelah melihat keindahan anggrek itu”.

Masyarakat yang ramah. Kota yang indah. Sangat cocok dengan kalimatnya “kita samua basudara“. Ini bikin saya betah di Ambon. Rasanya nyaman seperti saya berada di Balikpapan.

Dari tukang becaknya, warung makan, tukang buah, juga restaurannya, semua ramah. Saya merasa ini bukan kota yang baru saya injaki meski baru pertama ke Ambon.

Untuk makanannya, hmm…luar biasa, sangat enak, smuannya enak. Kemarin cobain nasi kuning bagadang. Saya sampai makan dua malam berturut-turut. Kemudian ikan bakarnya, semuanya enak dan selera saya banget.

Saya merasa di Ambon ini seperti di Balikpapan. Buah-buahnya juga cukup banyak, apalagi ada buah gandaria. Kalau di Balikpapan dibilang buah ramania. Saya langsung beli dan kirim ke Balikpapan 100 biji. Itulah kesan saya. Saya berharap Ambon selalu seperti ini. Ciptakan rasa aman dan tentram sehingga dengan sendirinya membuat orang luar tertarik.

Makanan Khas Maluku Terasa Dilidah

Muhammad Abrar dan Alvi Chairiah(Agam dan Inong, Duta Wisata Banda Aceh)

 okk acehKita sudah mencoba nasi kelapa dan rasanya luar biasa, sangat enak. Agak sedikit mirip dengan makanan di aceh. Rempah – rempahnya juga sangat terasa dilidah, ini masakan terunik yang pernah kita berdua rasa. Ada satu makanan khas Maluku lagi yang ingin kita coba sebelum kemBali ke aceh yakni, papeda sama ikan kuah kuningnya karena itu sangat unik dan tidak kita temukan di daerah lain, juga kohu-kohu yang ingin kita rasa.Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Keramah tamahan masyarakat sangat kami rasakan setelah sampai di Ambon. Penyelenggaraan apeksi  sangat bagus, mulai dari acara hingga persiapan standnya dan juga penyambutan kepada kami, sangat luar biasa. Baik dari pemerintah maupun dari masyarakat. Apalagi saat pawai budaya. Masyarakat begitu senang dengan kami bahkan ingin foto bersama kita. Saya sangat berkesan dengan waktu kita 3 – 5 hari berada di sini,  sangat tidak cukup untuk kita jalan–jalan.  Kami harap ada kesempatan lagi untuk kami agar dapat mengunjungi kota Ambon dan melihat semua lokasi wisatanya. Harapan kami semoga pariwisata di daerah ini lebih maju lagi. Ini sangat cocok dengan moment apeksi dan Indonesia City Expo 2015. Memperbaharui citra Ambon dan meningkatkan kualitas masyarakat dan tentunya dengan acara ini kita lebih meningkatkan kualitas perdamaian yang sama-sama sudah kita nikmati seperti pembangunan . Kami juga berharap agar Maluku khususnya Ambon lebih ramah lagi kepada wisatawan.  Kepada seluruh warga agar dapat menghilangkan segala bentuk perbedaan dan menerima segala bentuk kesamaan yang kita miliki bersama dan satu kata untuk kota Ambon, “maniseee…..”

Toleransi Beragama Sangat Tinggi

Suliyanta, (Kepala Seksi Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tegal)

 okk TegalKita semua baru pertama ke Maluku.sebagai ibu kota provinsi,  Ambon sudah berubah. Tidak seperti yang diberitakan media. Sekarang lebih maju, masyarakatnya ramah dan tolerasi antar umat beraga sangat tinggi. Saya cukup senang ke Ambon. Pameran city expo 2015 di Ambon cukup bagus. Antusias masyarakatnya tinggi untuk event nasional. Kemajuan Ambon terbilang cukup pesat meski butuh proses, tapi telah bangkit. Harapan kami walaupun kami dari pulau jawa, Maluku terutama kota Ambon harus lebih maju agar tidak ketinggalan dengan daerah lain.  Indonesia timur harus tunjukan keunggulan serta potensinya ke dunia luar. Masyarakatnya aman, damai tenang, tentram itu yang kami harapkan di Ambon. Tetap jaga situasi ini untuk kemajuan daerah.

  Warganya  Ramah dan Tertib Lalu Lintas

Naufal, (Kepala Seksi Fasilitasi Penanaman Modal dan Disperindag Kota Blitar)

okk BlitarKita belum tahu Ambon itu seperti apa karena kita baru pertama menginjakan kaki di kota ini. Orang Ambon semuanya baik dan sangat ramah kepada kita. Transportasi kendaraan serta lalu lintasnya dibandingkan daerah lain sangat tertib meski jalannya agak sempit tapi untuk menghormati pejalan kaki itu sangat bagus Harapan kita untuk warga kota Ambon agar menjaga silaturahmi, persaudaraan yang telah tercipta ini dijaga dngan baik. Kalau orang blitar bilang,”rukun akawe santoso” yang artinya “bersatu membawa kita lebih makmur”. Kita belum nikmati wisata kota Ambon mungkin diakhir kegiatan kita dapat mengunjungi lokasi wisata kota Ambon sekedar membuat kenangan dan cerita untuk warga blitar bahwa kita pernah ke Ambon.

 Sagu Kenari, Ikan Bakar dan Colo-Colo Sangat Lezat

Abang Nabiel dan Mpok Rumay Kota Depok

okkk Depok edit Makanan yang sudah kami rasakan yakni sagu kenari dan satu lagi yang ingin kita rasakan adalah ikan bakar dan sambalnya (colo-colo). Kami baru kali ini menginjakan kaki di Ambon. Setelah sampai, kami sangat tertarik dan ingin berpetualang lebih dalam mengenal Maluku khususnya kota Ambon.Masyarakat kota Ambon ramah, menyenangkan, saat berkomunikasi dengan kita juga sangat sopan dan kalau ketemu dijalan banyak yang menyapa.

Kami berharap dengan kegiatan city expo ini masyarakat Maluku lebih sejahtera khususnya masyarakat kota Ambon. Pertahankan kedamaiannya dan tetap promosikan pariwisatanya sehingga banyak dikenal dan lebih banyak dikunjungi orang.

Orang Ambon Tidak Garang

Rahmat Nur, (Analisi Potensi Daerah Kota Tarakan)

 okkkTarakanSiapa bilang wajah orang Ambon garang. Kulit hitam. Cara bicaranya juga agak kasar dan sedikit cepat. Tapi, setelah kita datang ke kota Ambon, itu tidak benar seperti yang dibicarakan orang. Ternyata orang Ambon itu ramah – ramah, seperti tadi di jalan ada yang negur kita bahkan bantuin kita panggilkan mobil yang antar jemput kita. Kota Ambon bagi saya sangat luar biasa kotanya sangat unik dengan keadaan pulaunya yang seperti berbentuk huruf ‘u’, bagi saya sangat unik. Demikian juga untuk pembangunannya sangat luar biasa apalagi dengan sedang dibangunnya jembatan merah putih. Itu menunjukan bahwa Ambon telah bangkit. Antusias masyrakat dalam menyambut acara ini juga sangat luar biasa. Hari pertama pembukaan Indonesia city expo sampai masuk hari kedua masih ramai didatangi masyarakat dari pelosok kota Ambon. Kalau makanan belum coba seperti yang dibilang teman – teman dari peserta lain tapi semalam itu sudah coba nasi kuning bagadangnya. Enak banget. Satu yang ingin saya makan di Ambon yaitu ikan asap (ikan asar) cakalang. Itu yang belum kesampaian tapi sudah dijanjikan kalau pulang ke tarakan pasti bawa oleh – oleh ikan asarnya. (EM-TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top